RSS

“Indonesia Tempatku Dilahirkan…Negara Tetangga Tempatku Mencari Makan….”

10 Jun

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki beribu pulau yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang mana di tapal batas dari kepulauan Indonesia ada yang berbatasan dengan negara lain. Salah satunya adalah di Pulau Kalimantan berbatasan dengan negara Malaysia dan di bagian timur di Pulau Papua ada yang berbatasan dengan negara Papua Nugini. Wilayah perbatasan yang begitu jauh dari jangkauan sering kali menimbulkan kurangnya kontrol ataupun perhatian dari pemerintah terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi di daerah perbatasan. Semua warga negara di wilayah manapun mereka berada seharusnya mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah, akan tetapi seringkali dikarenakan jarak yang begitu jauh dari jangkauan kota ataupun memang karena para abdi pemerintah yang memang cuek dan tidak peduli dengan lingkungan masyarakat yang berada di perbatasan negara Indonesia sehingga mereka menjadi terkucilkan.

Semua aktivitas yang dilakukan oleh warga negara di perbatasan menyangkut hajat hidup untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Mereka juga perlu mendapatkan fasilitas ditinjau dari aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan juga keamanan. Partisipasi politik juga perlu diberikan kepada warga negara Indonesia yang tinggal di wilayah perbatasan, mereka juga berhak menyuarakan haknya untuk bersuara demi kemajuan bangsa Indonesia. Terlebih faktor ekonomi, dimana mereka harus mampu mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tetapi, sudah layakkah lahan disana untuk mampu menghasilkan penghidupan ataukah memang ketersediaan ekonomi sudah cukup mampu memenuhi harapan mereka?  Akses terhadap pendidikan dan terkait pula dengan jaminan sosial apakah sudah tercukupi dengan layak? Apakah perhatian pemerintah terhadap warga negara Indonesia di perbatasan sudah cukup terhadap penyediaan fasilitas untuk bersekolah? Pendidikan sangatlah penting dalam membawa mereka pada kemajuan dan peningkatan kehidupan yang jauh lebih baik bagi warga negara di perbatasan.

Permasalahan perbatasan cukuplah rumit bukan hanya menyangkut warga negaranya saja tetapi juga batas negara. Tentunya kita tahu sudah berapa pulau dari Indonesia yang diklaim oleh Malaysia. Kalau pemerintah tidak lah tanggap terhadap ancaman tersebut sebentar lagi akan ada lagi pulau-pulau lain yang akan jatuh ke tangan negara lain. Sebenarnya para penjaga tapal batas negara Indonesia juga sudah berusaha mencari dimana patok-patok yang banyak hilang, sehingga terjadi perselisihan terhadap klaim batas negara. Permasalahan patok yang hilang yang mungkin bisa saja disebabkan karena faktor alam atau mungkin bisa saja sengaja di pindahkan?semua perlu dibuktikan. Jika permasalahan tapal batas negara saja yang hilang bisa menyebabkan adanya klaim dari negara tetengga akan wilayah kepulauan Indonesia. Lantas, bagaimana dengan warga negara Indonesia sendiri yang berada di perbatasan wilayah Indonesia? Beberapa warga negara yang di wilayah perbatasan Kalimantan Barat justru memilih berpindah kewarganegaraan ke Malaysia. Atas dasar apakah mereka berpindah ke negara tetangga, bukannya mereka telah dilahirkan di bumi pertiwi Indonesia tercinta? Perpindahan warga negara perbatasan bukan tanpa sebab melainkan mereka merasa kurang adanya perhatian dari pemerintah Indonesia. Mereka sadar jika mereka berada di wilayah yang jauh dari kota, akan tetapi tidak seharusnya mereka juga kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah dan sampai akhirnya negara tetangga yang lebih menawarkan dan memberikan jaminan akan kehidupan yang layak sehingga mereka pindah mengungsi ke negara tetangga… Fenomena ini sangat disayangkan sekali. Jika hal seperti ini terjadi berkelanjutan akan semakin banyak lagi warga negara Indonesia yang berpindah ke negara tetangga. Dalam hal ini siapa yang disalahkan?….Pemerintah ataukah para WNI nya?….

Iklan
 
14 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 10, 2013 in Sosial

 

14 responses to ““Indonesia Tempatku Dilahirkan…Negara Tetangga Tempatku Mencari Makan….”

  1. tinsyam

    Juni 10, 2013 at 8:32 am

    blognya serius ya.. kuliah di fh-kah?
    ya ga ada yang salah sih kalu begini, cuma kepastian “perut kudu makan” bisa dimanfaatkan walupun nyebrang negara tetangga, yang artinya bisa melanggar kedaulatan.. *halah bahasanya..

     
    • martinafiaub

      Juni 10, 2013 at 8:50 am

      Blog ny seriuskah bu Tin??:) masih belajar mencoba untuk sedikit ringan tapi bisanya ya begini bu Tin heheh. Sy di fia bu Tin bukan di fh..

       
  2. aftaedd

    Juni 10, 2013 at 8:40 am

    kayanya pemerintah lebih sibuk berdebat tentang kekuasaan daripada mengurusi rakyat sendiri, atau mungkin mereka sibuk mencari cara buat mencuri uang rakyat.

     
    • martinafiaub

      Juni 10, 2013 at 8:53 am

      ya begitulah kl pemerintah jstru lebih sibuk berdebat tp melupakan hal-hal yang dianggap remeh tapi sebenarnya gak bisa dipandang biasa karena menyangkut integritas bangsa. Kl pemerintah ga konsen bs2 da lg pulau yg diklaim ma tetangga

       
  3. kaligrafinusantaraonline

    Juni 10, 2013 at 8:55 am

    Kita tidak bisa saling menyalahkan, walau sebenarnya keduanya ada kesalahan.

    1. Dari pihak pemerintah pusat sebenarnya saya amati cukup perthatian dan tanggap, hanya saja terjadi diskomunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah Daerah itu sendiri dan pihak-pihak pelaksana, dimana saya tidak pernah melihat adanya kerja sama mereka dengan baik. saya menggunakan kalimat ” Bagaimana Ini sebaiknya ?” ini harus di awali dari kepala keluarga dari warga yang bersangkutan, harus sampai ke RT, dari RT merespon kasus ini dan mengadakan pertemuan, seriuskah masalahnya jika serius perlu melanjutkan ke tingkat RW. jika pihak RW tidak mampu menyelesaikan, maka harus menyampaikan kepada lurah dan dimana nanti masalah itu bisa di tangani, jika sampai pihak Gubernur/Pemerintah Daerah belum juga mampu menyelesaikan kasusnya maka Gubernurlah yang paling bertanggung jawab menyampaikan permasalahan yang sebenarnya sebagai amanah rakyat ke Pemerintah Pusat.

    2. Sebagai warga negara Indonesia harusnya kita sadar seutuhnya bahwa negeri ini sangat kaya dan subur, kita tidak perlu keluar dari bumi pertiwi, walaupun itu adalah hak hidup setiap manusia.
    namun harus di sadari begitu banyak yang bisa lakukan, bahkan masih banyak kekayaan alam indonesia ini yang belum bisa di olah dengan sebaik-baiknya dan di manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Harus kita bisa belajar dari ” Profesor Tikus ” beliau adalah seorang yang SMP saja tidak tamat, tapi mampu menciptakan pupuk dari binatang yang bisa di katakan sangat menjijikkan, namun dari pupuk ini tanaman padi menjadi sangat subur. Apakah hanya tikus saja yang bisa di buat sesuatu menjadi yang bermanfaat….???, tentu saja tidak, Allah Maha Pemurah, semua yang di ciptakan-Nya karena ada manfaatnya untuk kehidupan manusia. Subhanallah !!

     
    • martinafiaub

      Juni 11, 2013 at 2:47 am

      Dalam hal ini memang perlu adanya diskusi yang melibatkan elemen pemerintah,masyarakat,dan juga pihak swasta yang mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga. Dengan menganalisis berbagai persoalan poleksosbud, keamanan dan pendidikan yang dikeluhkan oleh warga yang terjadi diperbatasan tentunya permasalahan warga migrasi ke negara tetangga bisa diatasi. Jika terjadi diskomunikasi di lingkungan pemerintah sendiri itu memang membuat permasalahan yang terjadi tidak bisa diselesaikan dengan baik. Yang pasti memang perlu penyatuan antar kepentingan-kepentingan yang ada untuk dapat menyelesaikan permasalahan WNI diperbatasan..
      Makasih mas hidayat sharing nya…

       
  4. araaminoe

    Juni 10, 2013 at 9:07 am

    wuiii… berat banget tulisannya.. tapi keren kok…
    salam kenal ya mbak… 😀
    keep blogging… *hidup dinikmati dan disyukuri aja ya..*

     
    • martinafiaub

      Juni 11, 2013 at 2:22 am

      makasih mbak ara. Smg bisa sharing informasi..

       
  5. Erit07

    Juni 10, 2013 at 9:34 am

    Batas negara selalu saja membuat kekacauan antar negara…

     
    • martinafiaub

      Juni 11, 2013 at 2:21 am

      permasalahan batas negara memang tidak bisa dianggap sepele karena sudah brp pulau milik kita yang diklaim negara tetangga. Bahkan budaya kita saja juga da yang diklaim mereka..

       
  6. canting_anggun

    Juni 10, 2013 at 10:01 am

    patut diperhatikan walaupun hanya postingan di blog kecil. nice 🙂

     
  7. Ni Made Sri Andani

    Juni 10, 2013 at 3:43 pm

    Saya pikir banyak hal yang perlu dibenahi untuk menyelamatkan wilayah dan warganegara kita di perbatasan, mulai dari memahami masalah-masalah yang terjadi dilapangan, kebutuhan warganegara kita, memahami faktor-faktor yang mentriger terjadinya migrasi ke negara tetangga, menganalisa kelemahan dan kekuatan kita serta negara tetangga, lalu membuat strategy bagaimana caranya agar kita bisa menjawab gap yang terbentuk antara kebutuhan dan kenyataan yang ada, membuat plan hingga mengeksekusinya di lapangan.

    Bukan pekerjaan yang mudah, namun sya pikir tetap sesuatu yang sangat mungkin bisa dilakukan tergantung seberapa besar niat kita untuk keluar dari masalah ini..

     
    • martinafiaub

      Juni 11, 2013 at 2:34 am

      Ya bu Made saya setuju,memang semua itu bukan pekerjaan mudah, akan tetapi jika da political will yang bagus dr pemerintah untuk mengatasi permasalahan WNI yang ada di perbatasan tentunya permasalahan tersebut dapat teratasi. NKRI harus tetap dijaga n jangan sampai terjadi lagi adanya klaim negara tetangga atas pulau yang kita miliki sedangkan pemerintah seakan tidak berdaya untuk mempertahankan keutuhan negara kita.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: